40 HADIS PUASA

DHT

السَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ أَهْلًا وَسَهْلًا وَمَرْحَبًا بِكُمْ

Selamat datang, silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan hadis-hadis seputar puasa. Terima Kasih

Foto Ali Sodikin

Tentang Penulis

Ali Sodikin

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

34 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS PUASA

Penyusun: Ali Sodikin

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Larangan Mencela Orang Berbuka saat Safar

Disusun oleh: Ali Sodikin (@SODIKIN_aaa) · Bagian dari 40 HADIS PUASA

Hadis

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: لَا تَعِبْ عَلَى مَنْ صَامَ، وَلَا عَلَى مَنْ أَفْطَرَ، فَقَدْ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ فِي السَّفَرِ وَأَفْطَرَ.
(رَوَاهُ مُسْلِمٌ: ١١١٣)[1]

Terjemahan

Hadis dari Ibn Abbas, ia berkata: janganlah kamu mencela orang yang berpuasa, dan jangan pula (mencela) orang yang berbuka, karena sungguh Rasulullah pernah berpuasa dalam perjalanan dan juga pernah berbuka. (HR. Muslim: 1113)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menegaskan prinsip kelonggaran (rukhsah) dalam ibadah puasa ketika seseorang berada dalam safar. Ibn Abbas menjelaskan bahwa tidak boleh saling menyalahkan antara orang yang berpuasa dan yang berbuka dalam perjalanan, karena keduanya memiliki dasar yang sah dalam sunnah Nabi. Rasulullah sendiri pernah melakukan kedua-duanya, yaitu berpuasa dan berbuka saat safar, sesuai dengan kondisi dan kemampuan. Hal ini menunjukkan bahwa Islam memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam beribadah, serta mengajarkan sikap toleransi dan tidak mudah menghakimi dalam perkara yang memang memiliki pilihan hukum.

Referensi

  1. Abul Husain Muslim bin al-Hajjaj al-Qusyairi an-Naisaburi, al-Jami’ al-Musnad as Sahih al-Mukhtasar Min as-Sunan Bi Naql al-’Adl ’an al-’Adl ’an Rasulillah (Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiah, 2006),h. 442

Komentar 0