40 HADIS TASYAHUD

DHT

Selama datang di aplikasi 40 Hadis tasyahud

Silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat

Tentang Penulis

Anton

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

10 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang bacaan Tasyahud dari Abu Musa al-Asy’ari

Disusun oleh: Anton (@Anton) · Bagian dari 40 HADIS TASYAHUD

*Hadis 

فَقَالَ أَبُو مُوسَى أَمَا تَعْلَمُونَ كَيْفَ تَقُولُونَ فِى صَلاَتِكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَطَبَنَا فَبَيَّنَ لَنَا سُنَّتَنَا وَعَلَّمَنَا صَلاَتَنَا فَقَالَ « إِذَا صَلَّيْتُمْ فَأَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَالَ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ فَقُولُوا آمِينَ. يُجِبْكُمُ اللَّهُ فَإِذَا كَبَّرَ وَرَكَعَ فَكَبِّرُوا وَارْكَعُوا فَإِنَّ الإِمَامَ يَرْكَعُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ ». فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَتِلْكَ بِتِلْكَ وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ. يَسْمَعُ اللَّهُ لَكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى قَالَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ. وَإِذَا كَبَّرَ وَسَجَدَ فَكَبِّرُوا وَاسْجُدُوا فَإِنَّ الإِمَامَ يَسْجُدُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ ». فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَتِلْكَ بِتِلْكَ. وَإِذَا كَانَ عِنْدَ الْقَعْدَةِ فَلْيَكُنْ مِنْ أَوَّلِ قَوْلِ أَحَدِكُمُ التَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه مسلم: ٩٣١)

Terjemahan

hadis dari Abu Musa, ia berkata, "Tidakkah kalian tahu apa yang harus kalian baca dalam shalat kalian? Sungguh, Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami, lalu menjelaskan syariat kita dan mengajarkan salat kita. ia bersabda,
'Apabila kalian akan salat, luruskanlah saf kalian, kemudian salah seorang di antara kalian menjadi imam. Apabila ia bertakbir, maka bertakbirlah. Apabila ia membaca: gairil-magḍūbi 'alaihim walaḍḍallin, maka ucapkanlah: amin, niscaya Allah mengabulkan kalian. Apabila imam bertakbir dan rukuk, maka bertakbir dan rukuklah karena imam itu rukuk sebelum kalian dan bangkit sebelum kalian.' Ia melanjutkan, 'Sungguh, hal itu setara dengan ini. Apabila imam mengatakan: sami'allahu liman ḥamidah, maka ucapkanlah: Allahumma rabbanā lakal-ḥamdu, niscaya Allah mendengar kalian karena Allah Ta'ala telah berfirman melalui lisan Nabi-Nya SAW, 'Allah mendengar orang yang memuji-Nya'. Apabila imam bertakbir dan sujud, maka bertakbir dan sujudlah karena imam itu sujud sebelum kalian dan bangkit sebelum kalian.' Lalu Rasulullah SAW bersabda, 'Sungguh hal itu setara dengan ini. Ketika duduk tasyahud, hendaklah yang pertama kalian ucapkan: at-taḥiyyatuṭ-ṭayyibat, aṣ-ṣalawātu lillāh, as-salāmu 'alaika ayyuhan-nabiyyu waraḥmatullahi wabarakātuh, as-salāmu 'alainā wa 'ala ibadillahiṣ-ṣaliḥin, asyhadu allā ilāha illallāh wa asyhadu anna muḥammadan 'abduhu warasuluh. (HR. Muslim: 931)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan tata cara shalat secara lengkap dan teratur, mulai dari membentuk saf hingga bacaan dalam tasyahud. Hal ini menunjukkan bahwa shalat harus dilaksanakan sesuai tuntunan Nabi agar ibadah menjadi sempurna.Hadis ini juga menekankan pentingnya mengikuti imam dalam shalat berjamaah. Makmum diperintahkan untuk mengikuti setiap gerakan imam seperti takbir, rukuk, sujud, dan perpindahan gerakan dengan tertib tanpa mendahului imam. Ini mengajarkan kedisiplinan, persatuan, dan keteraturan dalam ibadah.Selain itu, hadis ini mengajarkan adab membaca bacaan dalam shalat, seperti mengucapkan “amin” setelah Al-Fatihah dan menjawab bacaan imam saat i‘tidal dengan pujian kepada Allah. Bacaan tersebut menunjukkan hubungan seorang hamba dengan Allah melalui doa dan pujian.

*Hadis

فَقَالَ أَبُو مُوسَى أَمَا تَعْلَمُونَ كَيْفَ تَقُولُونَ فِى صَلاَتِكُمْ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- خَطَبَنَا فَعَلَّمَنَا وَبَيَّنَ لَنَا سُنَّتَنَا وَعَلَّمَنَا صَلاَتَنَا فَقَالَ « إِذَا صَلَّيْتُمْ فَأَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ ثُمَّ لْيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا وَإِذَا قَرَأَ ( غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ) فَقُولُوا آمِينَ يُجِبْكُمُ اللَّهُ وَإِذَا كَبَّرَ وَرَكَعَ فَكَبِّرُوا وَارْكَعُوا فَإِنَّ الإِمَامَ يَرْكَعُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ ». قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَتِلْكَ بِتِلْكَ وَإِذَا قَالَ سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ فَقُولُوا اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ يَسْمَعِ اللَّهُ لَكُمْ فَإِنَّ اللَّهَ تَعَالَى قَالَ عَلَى لِسَانِ نَبِيِّهِ -صلى الله عليه وسلم- سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ وَإِذَا كَبَّرَ وَسَجَدَ فَكَبِّرُوا وَاسْجُدُوا فَإِنَّ الإِمَامَ يَسْجُدُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ ». قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « فَتِلْكَ بِتِلْكَ فَإِذَا كَانَ عِنْدَ الْقَعْدَةِ فَلْيَكُنْ مِنْ أَوَّلِ قَوْلِ أَحَدِكُمْ أَنْ يَقُولَ التَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه ابو داود:٩٧٤)

Terjemahan

hadis dari Abu Musa, ia berkata: "Tidakkah kalian mengetahui bagaimana seharusnya kalian mengucapkan bacaan dalam salat kalian? Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah menyampaikan khutbah kepada kami. Dalam khutbah itu, beliau mengajarkan kami, menjelaskan kepada kami sunnah-sunnah kami, dan mengajarkan tata cara salat kami. Beliau bersabda: ‘Jika kalian melaksanakan salat, maka luruskanlah barisan kalian. Kemudian hendaklah salah seorang dari kalian menjadi imam. Apabila imam bertakbir, maka bertakbirlah kalian. Dan apabila imam membaca ayat (penutup al-Fatihah): ghairil maghdubi ‘alaihim waladh-dhallin, maka ucapkanlah: amiin, niscaya Allah akan mengabulkan untuk kalian. Jika imam bertakbir dan rukuk, maka kalian pun bertakbirlah dan ikut rukuk. Sesungguhnya imam rukuk lebih dahulu dari kalian dan bangkit lebih dahulu dari kalian dari rukuknya. Rasulullah SAW bersabda: ‘Itu sebanding dengan itu’, maksudnya keutamaan imam mendahului dan makmum mengikuti, masing-masing mendapat bagian. Kemudian beliau bersabda: ‘Apabila imam berkata: sami‘allahu liman ḥamidah (Allah mendengar orang yang memuji-Nya), maka ucapkanlah: Allahumma rabbana laka al-ḥamd (Ya Allah, Tuhan kami, hanya bagi-Mu segala puji), niscaya Allah akan mendengar kalian. Karena Allah Ta‘ala telah berfirman melalui lisan Nabi-Nya. sami‘allahu liman ḥamidah.’ dan jika imam bertakbir dan sujud, maka kalian juga bertakbirlah dan sujudlah. Karena sesungguhnya imam sujud lebih dahulu dari kalian dan bangkit dari sujud sebelum kalian. Rasulullah bersabda: ‘Itu sebanding dengan itu. Kemudian beliau bersabda: ‘Ketika kalian berada dalam tasyahhud (duduk akhir), maka hendaklah ucapan pertama kalian adalah: At-tahiyyatu ath-thayyibatu ash-shalawatu lillah, As-salamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rahmatullahi wa barakatuh, As-salamu ‘alaina wa ‘ala ‘ibadillahish-shalihin, Ashhadu an la ilaha illallah, Wa ashhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluh. (HR. Abu Daud: 974)

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak hanya mengajarkan bacaan salat, tetapi juga tata cara pelaksanaan salat secara benar. Melalui khutbahnya, beliau membimbing para sahabat agar memahami sunnah dan menjalankan salat sesuai tuntunan yang telah ditetapkan.
Hadis ini menekankan pentingnya keteraturan dan kebersamaan dalam salat berjamaah. Sebelum salat dimulai, saf diperintahkan untuk diluruskan dan makmum harus mengikuti imam dalam setiap gerakan, seperti takbir, rukuk, dan sujud, tanpa mendahului imam. Hal ini mengajarkan disiplin, ketaatan, dan persatuan dalam ibadah.

Hadis

عَن أَبِي مُوسَى الأَشْعَرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: خَطَبَنَا رَسُولُ اللَّهِ ﷺ، فَعَلَّمَنَا سُنَّتَنَا، وَبَيَّنَ لَنَا صَلَاتَنَا، فَقَالَ: "أَقِيمُوا صُفُوفَكُمْ، ثُمَّ لِيَؤُمَّكُمْ أَحَدُكُمْ، فَإِذَا كَبَّرَ فَكَبِّرُوا، وَإِذَا قَالَ: (وَلَا الضَّالِّينَ) فَقُولُوا: (آمِينَ) يُجِبْكُمُ اللَّهُ، وَإِذَا كَبَّرَ الإِمَامُ وَرَكَعَ، فَكَبِّرُوا وَارْكَعُوا، فَإِنَّ الإِمَامَ يَرْكَعُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ"، قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ ﷺ: "فَتِلْكَ بِتِلْكَ"، وَإِذَا قَالَ: (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ)، فَقُولُوا: (رَبَّنَا لَكَ الحَمْدُ) يَسْمَعِ اللَّهُ لَكُمْ، فَإِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَالَ عَلَىٰ لِسَانِ نَبِيِّهِ ﷺ: (سَمِعَ اللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ)، ثُمَّ إِذَا كَبَّرَ الإِمَامُ وَسَجَدَ، فَكَبِّرُوا وَاسْجُدُوا، فَإِنَّ الإِمَامَ يَسْجُدُ قَبْلَكُمْ وَيَرْفَعُ قَبْلَكُمْ"، قَالَ نَبِيُّ اللَّهِ ﷺ: "فَتِلْكَ بِتِلْكَ". فَإِذَا كَانَ عِنْدَ القَعْدَةِ، فَلْيَكُنْ مِنْ أَوَّلِ قَوْلِ أَحَدِكُمْ: التَّحِيَّاتُ، الطَّيِّبَاتُ، الصَّلَوَاتُ، لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ (رواه النسائى: ١١٧٢)

Terjemahan

hadis dari Abu Musa al-Asy'ari, ia berkata: Rasulullah SAW pernah berkhutbah kepada kami, mengajarkan kami sunnah-sunnah kami, dan menjelaskan tata cara salat kami. Ia bersabda: 'Luruskanlah shaf-shaf kalian. Kemudian, hendaklah salah seorang dari kalian menjadi imam. Jika ia bertakbir, maka bertakbirlah kalian. Dan jika ia membaca ayat "wa la adh-dhāllīn", maka ucapkanlah "Āmīn", niscaya Allah akan mengabulkan doa kalian. Jika imam bertakbir dan rukuk, maka bertakbirlah kalian dan ikut rukuk, karena imam rukuk lebih dahulu dari kalian dan bangkit lebih dahulu dari kalian dari rukuknya.' Rasulullah SAW bersabda: 'Itu setara dengan itu. kemudian beliau bersabda: 'Jika imam mengucapkan "Sami‘allahu liman ḥamidah", maka ucapkanlah "Rabbana laka al-ḥamd", niscaya Allah akan mendengarkan kalian. Karena Allah Ta'ala berfirman melalui lisan Nabi-Nya: "Sami‘allahu liman ḥamidah". Jika imam bertakbir dan sujud, maka bertakbirlah kalian dan ikut sujud, karena imam sujud lebih dahulu dari kalian dan bangkit lebih dahulu dari kalian dari sujudnya.' Rasulullah SAW bersabda: 'Itu setara dengan itu. Dan ketika kalian berada dalam duduk tasyahhud, maka hendaklah ucapan pertama yang kalian ucapkan adalah "At-tahiyyātu aṭ-ṭayyibātu aṣ-ṣalawātu lillāh, As-salāmu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa raḥmatullāhi wa barakātuh, As-salāmu ‘alainā wa ‘alā ‘ibādillāhi aṣ-ṣāliḥīn, Ash-hadu an lā ilāha illallāh,Wa ash-hadu anna Muḥammadan ‘abduhu wa rasūluh." (HR. al-Nasa’i: 1172) 

Isi kandungan

Hadis ini menunjukkan bahwa Rasulullah SAW mengajarkan tata cara salat secara rinci kepada para sahabat sebagai bagian dari sunnah yang harus dipahami dan diamalkan. Hal ini menunjukkan bahwa salat tidak hanya dilakukan, tetapi juga harus sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW.Hadis ini juga menekankan pentingnya kedisiplinan dalam salat berjamaah. Umat Islam diperintahkan meluruskan saf dan mengikuti imam dalam setiap gerakan salat, seperti takbir, rukuk, dan sujud, tanpa mendahului imam. Ini mengajarkan nilai ketaatan, keteraturan, dan persatuan dalam beribadah.hadis ini mengajarkan adab membaca bacaan dalam salat, seperti mengucapkan “amin” setelah bacaan Al-Fatihah dan menjawab bacaan imam ketika i‘tidal dengan pujian kepada Allah. Bacaan-bacaan tersebut menunjukkan pentingnya mengikuti tuntunan salat dengan benar dan penuh kekhusyukan.

Hadis

عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه: أنَّ رسولَ اللهِ ﷺ خطبنا، وبيَّن لنا سُنَّتَنا، وعلَّمَنا صلاتَنا، فقال: إذا صلَّيْتُم، فكان عند القَعْدة، فليكُنْ مِنْ أوَّلِ قولِ أحدِكم: التَّحِيَّاتُ، الطَّيِّبَاتُ، الصَّلَوَاتُ، لِلَّهِ، السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ، وَرَحْمَةُ اللَّهِ، وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا، وَعَلَىٰ عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ". (رواه ابن ماجه: 901)

Terjemahan

hadis dari Abu Musa al-Asy‘ari RA, ia berkata: Rasulullah SAW pernah menyampaikan khutbah kepada kami. Dalam khutbah itu, beliau menjelaskan kepada kami sunnah-sunnah kami dan mengajarkan kami tata cara salat. Beliau bersabda: “Apabila kalian melaksanakan salat dan telah sampai pada posisi duduk (tasyahhud), maka hendaklah ucapan pertama yang kalian katakan adalah: Segala penghormatan, kebaikan, dan doa-doa hanyalah milik Allah. Keselamatan atasmu wahai Nabi, dan rahmat Allah serta keberkahan-Nya. Keselamatan atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Lalu Rasulullah SAW bersabda: “Tujuh kalimat ini adalah salam penghormatan dalam salat.” (HR. Ibnu Majah: 901) 

Isi kandungan

Hadis ini menjelaskan bahwa dalam tasyahhud salat, seorang Muslim diajarkan untuk memulai dengan pujian kepada Allah, lalu memberi salam kepada Nabi, mendoakan keselamatan untuk diri sendiri dan orang-orang saleh, kemudian mengucapkan dua kalimat syahadat. Hadis ini menegaskan pentingnya tauhid, penghormatan kepada Nabi, serta doa dan kepedulian kepada sesama dalam salat.

Komentar 0