Hadis tentang Haji merupakan Jihad bagi Orang yang Lemah
Hadis*
عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْحَجُّ جِهَادُ كُلِّ ضَعِيفٍ »(رواه ابن ماجه: ٣٠١٤) [1]
Hadis*
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ (رواه النسائي: ٢٦٣٨) [2]
Terjemahan
Dari Ummu Salamah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: 'Haji adalah jihad bagi setiap orang yang lemah'."(HR Ibnu Majah: 3014)
Terjemahan
Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Jihad orang yang sudah tua, anak kecil, orang yang lemah dan seorang wanita adalah melakukan Haji dan Umrah." (HR al-Nasa’i: 2638)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan kedudukan ibadah haji dan umrah sebagai bentuk “jihad” bagi orang-orang yang tidak mampu ikut berjihad di medan perang, seperti orang tua, anak-anak, orang yang lemah, dan perempuan.Rasulullah SAW menyebutkan bahwa haji adalah jihad bagi setiap orang yang lemah. Maksudnya, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan fisik atau kondisi yang memungkinkan untuk ikut berperang di jalan Allah, maka Allah memberikan jalan lain untuk meraih pahala besar, yaitu dengan melaksanakan haji dan umrah.Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW memperjelas bahwa haji dan umrah menjadi bentuk jihad bagi kelompok tertentu, seperti orang yang sudah lanjut usia, anak-anak, orang yang lemah, dan perempuan. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk meraih pahala besar sesuai dengan kondisi masing-masing.Makna “jihad” dalam hadis ini bukan berarti perang, tetapi berarti kesungguhan, pengorbanan, dan perjuangan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Perjalanan haji dan umrah sendiri membutuhkan tenaga, biaya, kesabaran, serta meninggalkan kenyamanan dunia, sehingga ia dianggap sebagai bentuk jihad dalam arti luas.Hadis ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak membatasi pahala hanya bagi kelompok tertentu. Siapa pun dapat meraih derajat tinggi di sisi Allah dengan amal yang sesuai dengan kemampuannya. Haji dan umrah menjadi sarana besar untuk membersihkan dosa, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah bagi mereka yang tidak mampu berjihad secara fisik di medan perang.
Referensi
Muhammad bin Yazid Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, no. 3014; Ahmad bin Syu'aib an-Nasa'i, Sunan an-Nasa'i, no. 2638
Muhammad bin Isa at-Tirmidzi, Jami' at-Tirmidzi, no. 835

Komentar 0