40 HADIS HAJI DAN UMRAH

DHT

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Haji dan Umrah

Silahkan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Tentang Penulis

Muhammad Rikfat

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

37 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS HAJI DAN UMRAH

Penyusun: Muhammad Rikfat

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Haji merupakan Jihad bagi Orang yang Lemah

Disusun oleh: Muhammad Rikfat (@Muhammad_Rikfat) · Bagian dari 40 HADIS HAJI DAN UMRAH

Hadis*

عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « الْحَجُّ جِهَادُ كُلِّ ضَعِيفٍ »(رواه ابن ماجه: ٣٠١٤) [1]

Hadis*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ جِهَادُ الْكَبِيرِ وَالصَّغِيرِ وَالضَّعِيفِ وَالْمَرْأَةِ الْحَجُّ وَالْعُمْرَةُ (رواه النسائي: ٢٦٣٨) [2]

Terjemahan

Dari Ummu Salamah RA, ia berkata: "Rasulullah SAW bersabda: 'Haji adalah jihad bagi setiap orang yang lemah'."(HR Ibnu Majah: 3014)

Terjemahan

Dari Abu Hurairah dari Rasulullah SAW, beliau bersabda: "Jihad orang yang sudah tua, anak kecil, orang yang lemah dan seorang wanita adalah melakukan Haji dan Umrah." (HR al-Nasa’i: 2638)

Isi Kandungan Hadis

Hadis ini menjelaskan kedudukan ibadah haji dan umrah sebagai bentuk “jihad” bagi orang-orang yang tidak mampu ikut berjihad di medan perang, seperti orang tua, anak-anak, orang yang lemah, dan perempuan.Rasulullah SAW menyebutkan bahwa haji adalah jihad bagi setiap orang yang lemah. Maksudnya, bagi mereka yang tidak memiliki kemampuan fisik atau kondisi yang memungkinkan untuk ikut berperang di jalan Allah, maka Allah memberikan jalan lain untuk meraih pahala besar, yaitu dengan melaksanakan haji dan umrah.Dalam riwayat lain, Rasulullah SAW memperjelas bahwa haji dan umrah menjadi bentuk jihad bagi kelompok tertentu, seperti orang yang sudah lanjut usia, anak-anak, orang yang lemah, dan perempuan. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang memberikan kemudahan dan tidak membebani seseorang di luar kemampuannya. Setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk meraih pahala besar sesuai dengan kondisi masing-masing.Makna “jihad” dalam hadis ini bukan berarti perang, tetapi berarti kesungguhan, pengorbanan, dan perjuangan dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Perjalanan haji dan umrah sendiri membutuhkan tenaga, biaya, kesabaran, serta meninggalkan kenyamanan dunia, sehingga ia dianggap sebagai bentuk jihad dalam arti luas.Hadis ini juga menunjukkan bahwa Allah tidak membatasi pahala hanya bagi kelompok tertentu. Siapa pun dapat meraih derajat tinggi di sisi Allah dengan amal yang sesuai dengan kemampuannya. Haji dan umrah menjadi sarana besar untuk membersihkan dosa, meningkatkan ketakwaan, dan mendekatkan diri kepada Allah bagi mereka yang tidak mampu berjihad secara fisik di medan perang.

Referensi

  1. Muhammad bin Yazid Ibn Majah, Sunan Ibn Majah, no. 3014; Ahmad bin Syu'aib an-Nasa'i, Sunan an-Nasa'i, no. 2638

  2. Muhammad bin Isa at-Tirmidzi, Jami' at-Tirmidzi, no. 835

Komentar 0