Hadis tentang Taubat pada Detik-detik Terakhir Kehidupan
Hadis
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ الْعَبْدَ إِذَا أَخْطَأَ خَطِيئَةً نُكِتَتْ فِي قَلْبِهِ نُكْتَةٌ سَوْدَاءُ، فَإِذَا هُوَ نَزَعَ وَاسْتَغْفَرَ وَتَابَ سُقِلَ قَلْبُهُ، وَإِنْ عَادَ زِيدَ فِيهَا حَتَّى تَعْلُوَ قَلْبَهُ، وَهُوَ الرَّانُ الَّذِي ذَكَرَ اللَّهُ: ﴿كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ﴾. (روه الترميذي: ٣٦٥٤).
Terjemahan
Hadis dari Abu Hurairah, dari Rasulullah SAW, beliau bersabda, “Sesungguhnya apabila seorang hamba melakukan suatu dosa, maka akan ditorehkan pada hatinya satu titik hitam. Jika ia berhenti dari dosanya, memohon ampun kepada Allah SWT, dan bertaubat, maka hatinya akan \dibersihkan kembali. Namun jika ia mengulangi dosanya, maka titik hitam itu akan bertambah hingga menutupi seluruh hatinya. Itulah ar-rān (karat atau penutup hati) yang disebutkan Allah dalam firman-Nya: ‘Sekali-kali tidak! Bahkan apa yang selalu mereka kerjakan itu telah menutupi hati mereka.’ (QS. al-Muṭaffifīn [83]: 14).” (HR Tirmidzi: 3926)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan bahwa setiap dosa yang dilakukan akan memberikan pengaruh buruk pada hati seseorang. Apabila ia segera meninggalkan dosa tersebut, beristigfar, dan bertaubat, maka hatinya akan kembali bersih. Sebaliknya, jika dosa terus dilakukan tanpa taubat, maka kegelapan dalam hati akan semakin bertambah hingga menutupi hati dan menghalanginya dari menerima kebenaran. Oleh karena itu, hadis ini menegaskan pentingnya menjaga hati dengan menjauhi maksiat serta memperbanyak istigfar dan taubat agar hati tetap bersih dan hidup dengan cahaya iman.

Komentar 0