Hadis tentang Sabar Mengharap Pahala
Hadis
عَنْ أُسَامَةَ قَالَ كُنْتُ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، إِذْ جَاءَهُ رَسُولُ إِحْدَى بَنَاتِهِ، وَعِنْدَهُ سَعْدٌ، وَأُبَيُّ بْنُ كَعْبٍ، وَمُعَاذٌ، أَنَّ ابْنَهَا يَجُودُ بِنَفْسِهِ، فَبَعَثَ إِلَيْهَا: إِنَّ لِلَّهِ مَا أَخَذَ، وَلَهُ مَا أَعْطَى، وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِأَجَلٍ مُسَمًّى، فَلْتَصْبِرْ وَلْتَحْتَسِب( رواه البخاري: ٦٦٢٨)[1]
Terjemahan
Hadis ini, , dari Usamah bin Zaid R.A.ia berkata:Aku pernah berada di sisi Nabi SAW, ketika datang utusan dari salah satu putrinya. Saat itu bersama ia ada Sa‘d, Ubay bin Ka‘b, dan Mu‘adz. Utusan itu mengabarkan bahwa anaknya sedang dalam keadaan sekarat.Maka Nabi SAW mengirim pesan (jawaban):“Sesungguhnya milik Allah apa yang Dia ambil, dan milik-Nya pula apa yang Dia berikan. Segala sesuatu memiliki waktu yang telah ditentukan. Maka hendaklah ia bersabar dan mengharap pahala (dari Allah). (HR Al- Bukhari: 6628)
Isi Kandungan Hadis
Hadis ini menjelaskan tentang ajaran kesabaran dan keimanan kepada takdir Allah ketika menghadapi musibah, khususnya kehilangan orang yang dicintai. Rasulullah SAW memberikan nasihat kepada putrinya yang sedang menghadapi sakaratul maut anaknya dengan mengingatkan bahwa semua yang ada di dunia adalah milik Allah. Apa yang Allah ambil maupun yang Allah berikan semuanya berada dalam kekuasaan-Nya dan terjadi sesuai ketetapan waktu yang telah ditentukan.Isi kandungan hadis ini menunjukkan bahwa seorang mukmin harus memiliki keyakinan bahwa kehidupan dan kematian berada di tangan Allah SWT. Tidak ada sesuatu pun yang terjadi di luar kehendak-Nya. Dengan memahami bahwa semua adalah titipan Allah, seorang muslim akan lebih mudah menerima musibah dengan hati yang sabar dan penuh keikhlasan.Hadis ini juga mengajarkan pentingnya bersabar dan mengharap pahala ketika tertimpa musibah. Rasulullah SAW memerintahkan agar tetap bersabar serta mengharapkan ganjaran dari Allah atas kesedihan yang dialami. Sikap ini menunjukkan bahwa kesabaran bukan hanya menahan kesedihan, tetapi juga menjadikan musibah sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah dan memperoleh pahala.Selain itu, hadis ini memberikan pelajaran tentang adab memberikan nasihat kepada orang yang sedang berduka. Rasulullah SAW menyampaikan kata-kata yang lembut, menenangkan, dan penuh makna tauhid sehingga dapat menguatkan hati orang yang sedang tertimpa musibah. Oleh karena itu, seorang muslim dianjurkan memberikan penghiburan yang baik dan mengingatkan saudaranya kepada kesabaran serta ketentuan Allah SWT.
Referensi
- Muḥammad ibn Ismaʿīl al-Bukhari, Ṣaḥīḥ al-Bukhari, ed. Muḥammad Zuhayr ibn Naṣir al-Naṣir (Beirut: Dar Ṭawq al-Najāh, 1422 H), Kitab al-Janaʾiz, Bab Qawl al-Nabī ﷺ: Yuʿadhdhab al-Mayyit bi-Bukāʾ Ahlih ʿAlayh Idhā Kāna Min Sunnatih, no. 1284.

Komentar 0