40 HADIS AKHLAK

DHT

ٱلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ ٱللّٰهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat datang di aplikasi 40 hadis akhlak, silakan telusuri aplikasi ini untuk menemukan beragam ilmu yang bermanfaat.

Tentang Penulis

tantriaarny

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

40 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Karya Tulis Ilmiah & Dakwah

Indeks Materi 40 HADIS AKHLAK

Penyusun: tantriaarny

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Akhlak kepada Sesama Manusia: Menjaga Persaudaraan

Disusun oleh: tantriaarny (@tantriaarny) · Bagian dari 40 HADIS AKHLAK

Hadis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ قَالَ: لَا تَحَاسَدُوا، وَلَا تَنَاجَشُوا، وَلَا تَبَاغَضُوا، وَلَا تَدَابَرُوا، وَلَا يَبِعْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ، وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا، الْمُسْلِمُ أَخُو الْمُسْلِمِ، لَا يَظْلِمُهُ، وَلَا يَخْذُلُهُ، وَلَا يَحْقِرُهُ.
 (رواه مسلم: ٢٥٦٤)

Terjemahan

Dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda, "jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya, tidak mengabaikannya (membiarkannya teraniaya), dan tidak menghinanya. Takwa itu ada di sini,"beliau menunjuk ke dadanya tiga kali "cukuplah seseorang dikatakan buruk jika dia menghina saudaranya sesama Muslim. Setiap Muslim atas Muslim lainnya adalah haram: darahnya, hartanya, dan kehormatannya." (HR. Muslim: 2564)

Isi Kandungan Hadis

Hadits ini memuat panduan moral dan sosial yang sangat komprehensif untuk menjaga keutuhan persaudaraan sesama muslim dengan melarang keras berbagai penyakit hati dan sosial, seperti sifat saling mendengki, merekayasa harga dalam jual beli untuk menipu orang lain (najasy), saling membenci, serta memutuskan tali silaturahmi. Rasulullah SAW menegaskan bahwa seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, sehingga diharamkan bagi mereka untuk saling menzalimi, menelantarkan di kala susah, atau merendahkan satu sama lain. Melalui hadits ini, beliau juga mengingatkan bahwa hakikat ketakwaan yang sejati berpusat di dalam hati bukan pada penampilan lahiriah, rupa, ataupun harta sekaligus menetapkan aturan tegas bahwa nyawa, harta, dan kehormatan setiap muslim adalah suci dan haram untuk dilanggar oleh muslim yang lain.

Komentar 0