40 HADIS DOA IFTITAH

DHT

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Do'a Iftitah

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga aplikasi 40 hadis Iftitah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Aplikasi ini hadir sebagai media pembelajaran yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mempelajari hadis-hadis tentang doa iftitah secara praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja. Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan, meningkatkan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah SAW, serta mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami menyadari bahwa aplikasi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan aplikasi ini di masa mendatang. Semoga aplikasi 40 hadis Iftitah ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam pembuatannya. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tentang Penulis

M. iwang naldi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

15 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Do'a Iftitah Penyucian Dosa

Disusun oleh: M. iwang naldi (@iwangnaldi) · Bagian dari 40 HADIS DOA IFTITAH

* Hadis

عَنْ ابْنِ أَبِي أَوْفَى قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ، اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي مِنَ الذُّنُوبِ كَمَا يُطَهَّرُ الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ. (رواه النسائي: ٤٠١)

Terjemahan

Hadis dari Ibnu Abi Aufa, ia berkata: Nabi ﷺ biasa membaca, “Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, embun, dan air yang dingin. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa sebagaimana kain putih disucikan dari kotoran.” (HR. an-Nasa’i: 401).

Isi kandungan Hadis

Hadis ini berisi doa Nabi ﷺ yang menekankan permohonan penyucian diri dari dosa dengan gambaran yang sangat kuat: disucikan seperti pakaian putih dari noda, serta dibersihkan dengan air, salju, dan embun. Dalam konteks iftitah, doa ini dapat dipahami sebagai bagian dari orientasi awal seorang hamba ketika memasuki salat, yaitu memulai ibadah dengan kesadaran akan kebutuhan untuk disucikan sebelum menghadap Allah. Meskipun tidak secara eksplisit disebut sebagai lafaz iftitah yang baku, substansinya selaras dengan fungsi pembukaan salat: menghadirkan ketundukan, pengakuan atas dosa, dan permohonan pembersihan spiritual sebelum melanjutkan bacaan utama. Ini menunjukkan bahwa dimensi iftitah tidak hanya terbatas pada pujian dan pengagungan, tetapi juga mencakup aspek tazkiyah (penyucian diri) sebagai fondasi awal dalam ibadah salat.

* Hadis

 عَبْدَ اللَّهِ بْنَ أَبِي أَوْفَى يُحَدِّثُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ كَانَ يَدْعُو: «اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي مِنَ الذُّنُوبِ وَالْخَطَايَا، اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْهَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ، اللَّهُمَّ طَهِّرْنِي بِالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ وَالْمَاءِ الْبَارِدِ (رواه النسائي: ٤٠٢)

Terjemahan

Hadis dari ‘Abdullah bin Abi Aufa meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau berdoa, “Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa dan kesalahan. Ya Allah, bersihkanlah aku darinya sebagaimana kain putih dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah aku dengan salju, embun, dan air yang dingin.” (HR al-nasa’I, 402)

Isi kandungan Hadis

Hadis ini memuat doa Nabi ﷺ yang berulang dengan variasi redaksi, tetapi inti maknanya tetap sama: permohonan penyucian diri dari dosa dan kesalahan, dengan perumpamaan kuat seperti kain putih yang dibersihkan dari kotoran. Dalam konteks iftitah, doa ini dapat dipahami sebagai bagian dari dimensi awal ibadah yang menekankan kesiapan batin seorang hamba sebelum memasuki salat, yaitu membersihkan diri secara spiritual agar layak berdiri di hadapan Allah. Walaupun tidak secara eksplisit dikategorikan sebagai lafaz iftitah yang baku, substansinya tetap beririsan dengan fungsi pembuka salat, yakni menghadirkan kesadaran dosa, ketundukan, dan kebutuhan akan penyucian sebelum melanjutkan rangkaian ibadah utama.

Komentar 0