40 HADIS DOA IFTITAH

DHT

Selamat Datang di Aplikasi 40 Hadis Do'a Iftitah

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh. Alhamdulillahirabbil 'alamin, segala puji bagi Allah SWT atas segala rahmat dan karunia-Nya sehingga aplikasi 40 hadis Iftitah ini dapat diselesaikan dengan baik. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, sahabat, dan seluruh umatnya. Aplikasi ini hadir sebagai media pembelajaran yang bertujuan memudahkan pengguna dalam mempelajari hadis-hadis tentang doa iftitah secara praktis, mudah dipahami, dan dapat diakses kapan saja. Kami berharap aplikasi ini dapat menjadi sarana untuk menambah wawasan, meningkatkan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah SAW, serta mendorong pengamalannya dalam kehidupan sehari-hari. Kami menyadari bahwa aplikasi ini masih memiliki kekurangan. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun sangat kami harapkan demi pengembangan aplikasi ini di masa mendatang. Semoga aplikasi 40 hadis Iftitah ini bermanfaat dan menjadi amal jariyah bagi semua pihak yang terlibat dalam pembuatannya. Wassalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh.

Tentang Penulis

M. iwang naldi

Informasi profil, kata pengantar, dan biodata penyusun aplikasi ini.

Daftar Isi

15 Materi Inti

Kumpulan materi, matan hadis, terjemahan, dan penjelasan lengkap.

Tentang Penulis

Daftar Isi

Pencarian

Hadis tentang Do'a Iftitah dalam Tahajud Nabi SAW

Disusun oleh: M. iwang naldi (@iwangnaldi) · Bagian dari 40 HADIS DOA IFTITAH

Hadis

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما قَالَ كَانَ النَّبِىُّ  صلى الله عليه وسلم إِذَا تَهَجَّدَ مِنَ اللَّيْلِ قَالَ اللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ، أَنْتَ قَيِّمُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ رَبُّ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، وَلَكَ الْحَمْدُ أَنْتَ نُورُ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمَنْ فِيهِنَّ، أَنْتَ الْحَقُّ، وَقَوْلُكَ الْحَقُّ، وَوَعْدُكَ الْحَقُّ، وَلِقَاؤُكَ الْحَقُّ، وَالْجَنَّةُ حَقٌّ، وَالنَّارُ حَقٌّ، وَالسَّاعَةُ حَقٌّ، اللَّهُمَّ لَكَ أَسْلَمْتُ، وَبِكَ آمَنْتُ، وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ، وَإِلَيْكَ خَاصَمْتُ، وَبِكَ حَاكَمْتُ، فَاغْفِرْ لِى مَا قَدَّمْتُ وَمَا أَخَّرْتُ، وَأَسْرَرْتُ وَأَعْلَنْتُ، وَمَا أَنْتَ أَعْلَمُ بِهِ مِنِّى، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ قَالَ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَيْسُ بْنُ سَعْدٍ وَأَبُو الزُّبَيْرِ عَنْ طَاوُسٍ قَيَّامٌ . وَقَالَ مُجَاهِدٌ الْقَيُّومُ الْقَائِمُ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَقَرَأَ عُمَرُ الْقَيَّامُ ، وَكِلاَهُمَا مَدْحٌ (رواه مسلم: ٧٤٤٢)

Terjemahan

Hadis dari Ibnu Abbas RA, ia berkata: Nabi SAW apabila bangun untuk tahajud di malam hari, ia membaca: “ya Allah, Tuhan kami, bagi-Mu segala puji. Engkau adalah Penegak (Pengatur) langit dan bumi. Bagi-Mu segala puji, Engkau adalah Tuhan langit dan bumi dan siapa saja yang ada di dalamnya. Bagi-Mu segala puji, Engkau adalah cahaya langit dan bumi dan siapa saja yang ada di dalamnya. Engkau adalah Yang Maha Benar, janji-Mu benar, pertemuan dengan-Mu benar, surga itu benar, neraka itu benar, dan hari kiamat itu benar. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, kepada-Mu aku kembali dalam berhujjah, dan kepada-Mu aku berhukum. Maka ampunilah aku atas apa yang telah aku lakukan dan yang akan datang, yang aku sembunyikan dan yang aku tampakkan, serta apa yang Engkau lebih mengetahuinya dariku. Tidak ada Tuhan selain Engkau.” Abu ‘Abdullah berkata: Qais bin Sa‘d dan Abu az-Zubair meriwayatkan dari Thawus dengan lafaz “qayyām”, dan Mujahid berkata: “al-Qayyum” artinya yang berdiri mengurus segala sesuatu, dan Umar membaca “al-Qayyām”, keduanya merupakan bentuk pujian. (HR. Muslim: 7442).

Isi kandungan

Hadis ini berisi doa tahajud Nabi ﷺ yang sangat komprehensif, mencakup pujian kepada Allah, penegasan keimanan terhadap rukun-rukun iman (janji Allah, pertemuan dengan-Nya, surga, neraka, dan hari kiamat), serta pengakuan total ketergantungan seorang hamba kepada Allah dalam seluruh aspek hidupnya. Dalam kaitannya dengan iftitah, doa ini menunjukkan pola pembukaan ibadah malam yang tidak sekadar dimulai dengan bacaan formal, tetapi dengan penegasan tauhid, pengagungan, dan penyerahan diri secara penuh sebelum memasuki rangkaian qiyam. Walaupun tidak disebut sebagai lafaz iftitah yang khusus untuk salat wajib, substansinya tetap mencerminkan fungsi pembukaan spiritual: menghadirkan kesadaran iman, pengagungan Allah, dan kesiapan batin sebelum melanjutkan ibadah utama di malam hari.

Komentar 0